Tampilkan postingan dengan label Liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan. Tampilkan semua postingan

Liburan Keluarga #1

Berlibur Di Kebun Teh!
Berlibur Di Kebun Teh Ciater
Seperti yang ditulis dalam postingan sebelumnya, saya dan keluarga sangat menunggu sebuah moment untuk berlibur bersama. Liburan yang sangat jarang kali ini, sudah kami agendakan secara khusus. Ya, memang liburan kali ini saya agendakan secara istimewa dan waktunyapun cukup lama. Kurang lebih lima hari empat malam kami puaskan untuk berlibur di Bandung. Sebenarnya tujuan intinya adalah menghadiri Wisuda Jude. Hanya saja, kami manfaatkan moment ini untuk sekalian refreshing.

Hari Pertama. Sabtu, 28 September 2013. Hari Check and Richeck. Hari dimana saya memeriksa alias menceklist semua peralatan atau barang-barang yang akan dibawa saat liburan. Maklum saya sedikit pelupa jadi semua harus ditulis dan dicek satu-satu. Untungnya saya dibantu sahabat saya yang baik hati, @gulunganpita. Sahabat saya ini memang sedang punya banyak waktu luang disela jadwal kuliahnya. Kami membentuk EO dadakan, berbagi tugas, survey lokasi dan mengatur acara. Kami juga menyiapkan berbagai peralatan yang kemungkinan akan digunakan selama liburan berlangsung.

Siang itu sekitar pukul 11.00 rombongan dari Bogor datang, Bapak, Mimi, Mas Helmi dan Kak Andy. Senengnya bukan main ketika mereka tiba di Bandung. Bagi Bapak, mungkin ini kali kedua beliau berkunjung bandung setelah dulu tahun 2009 ketika saya Wisuda. Kalau Mimi, bisa jadi ini yang ke tiga. Mas Helmi dan Kak Andy juga ikut serta. Pasangan yang satu ini memang sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Mereka pasangan yang baik sekali.

Kak Andy dan Mas Helmi
Mas Helmi dan Kak Andy
Kami langsung meluncur ke kawasan wisata Ciater, Subang. Saya sudah menyiapkan penginapan untuk keluarga yang cukup nyaman disana. Penginapan kami adalah sebuah villa yang menghadap perkebunan teh yang sangat luas. Udaranya tentu dingin sekali. Sayangnya tidak ada sunset, karena waktu itu sedikit mendung. Malamnya kami berendam di pemandian air panas Sari Ater. Lumayan membuat rileks katanya. Terutama buat Bapak sama Mimi, mereka sangat senang bisa berendam disana. Alhamdulillah...

Hari Kedua. Minggu 29 September 2013. Pagi-pagi sekali saya dan Mas Helmi bakar jagung. Sedangkan Bapak sama Mimi lebih memilih jalan santai menyusuri kebun teh. Saya pun menyusul mereka setelahnya. Udaranya sejuk, mataharinya sedang bersahabat. Tanpa menunggu yang lain, saya langsung mengabadikan moment indah ini. Mimi dan Bapak sangat menikmati suasana selama di kebun teh. "Gimana Mi, seneng gak disini?" | "Seneng bangeet, kebun tehnya luasss, Mimi gak mau pulang..." | "Hehehehe..."

Jude and Pita
@Evita_jude dan @gulunganpita
Kami kembali ke penginapan, sarapan nasi goreng, beres-beres dan bersiap menuju Gunung Tangkuban Parahu. Lalu lintas cukup lancar kala itu, Bapak dan Mimi bersemangat sekali sampai-sampai tak berhenti untuk terus mengomentari setiap hal yang terlihat sepanjang perjalanan.

“Tangkuban parahu itu ceritanya Si Sangkuriang.” Kata Bapak.
“Sama Dayang Sumbi.” Sahut Mimi.

Mereka berdua menceritakan legenda sangkuriang sembari menyusuri kawah Ratu di puncak Tangkuban Parahu. Saya bahagia sekali melihat wajah-wajah merekah mereka. Sesekali saya meminta mereka untuk berhenti dan bergaya. Banyak sekali foto-foto yang saya ambil, juga video-video. Semuanya akan menjadi bukti bahwa kami menghabiskan liburan dengan penuh kebahagiaan.

Wisata Tangkuban Perahu
Wisata Tangkuban Perahu
Sebelum turun gunung, Bapak dan mimi ingin membeli beberapa souvenir, begitu juga kak Andy dan mas Helmi. Di puncak Tangkuban Parahu ini ada banyak penjual souvenir mulai dari pernak-pernik, pakaian, mainan, boneka, hingga peralatan rumah tangga. Setelah membeli souvenir, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Bandung. Hari Minggu ditutup dengan rasa lelah namun juga bahagia!

Tak sabar untuk melanjutkan liburan kami hari berikutnya!

Keluarga Tercinta!
Qefy - Mimi - Jude - Bapak

Liburan Ke Rumah Nenek #1

Foto and Text by Qefy
Update info menulis dan memotret
Follow me @qefy / http://twitter.com/qefy


...dan tiba-tiba saya gatal untuk posting beberapa pengalaman kemarin selama liburan di rumah Nenek.  Walau sebentar tapi kali ini lebih terasa atmosfir liburannya. Bersyukur perjalanan waktu itu cuaca sangat cerah, seolah sang cuaca tahu kalau hari itu saya dan Jude akan menyisir perjalanan yang agak panjang :D

Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi lagafurur rahim...

1. Menikmati panorama pegunungan dan sawah ladang selama menyisiri beberapa ruas perjalanan. Saya dan Jude rehat sejenak untuk melepas pegal selama berkendara. Seolah disambut dengan suguhan alam yang sangat menakjubkan. Melihat pegunungan, sawah, perkebunan dan para petani yang sedang memanen padi. Glek..glek.., ditemani muniman segar pelepas dahaga :D
Panen Padi

2. Saat itu cuaca semakin panas, matahari semakin menyengat. Kembali saya dan Jude berhenti sejenak di dekat pesawahan Cileuya. Dari pesawahan ini kami harus melewati satu bukit dan satu desa lagi yaitu Cihanjaro untuk sampai ke desa Simpay Jaya dimana tempat Nenak tinggal. Perjalanannya sedikit agak terjal, sayang banget kalau bawa Jazz kesini. Hehe :D
Jalan Cileuya Kuningan

3. Alhamdulillah, setibanya di rumah nenek saya disuguhi durian yang sudah Nenek persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Durian ini dipetik langusng dari kebun Mang Nanang[paman], di kebun Mang Nanang banyak sekali buah-buahan yang ditanam mulai dari durian, rambutan, pete, kelapa, nangka sampai ke buah nanas. Namun panennya selalu bergantian, tidak serempak. Nah, kali ini sedang musim durian dan rambutan. Durian yang saya belah langsung ini berwarna orange, tidak seperti durian lainnya. Kalau rasanya? Gak kalah manis dengan durian biasa. Saya, Jude, Nenek dan beberapa keponakan langsung menyantap durian. Sepuasnya. Nyaaam, lezaat dimakan siang-siang. :D
Buah Durian

4. Rambutan! Kejaran utama saya dan jude selain durian adalah buah rambutan, buah yang banyak rambutnya itu benar-benar menggoda kami untuk segera berlibur ke rumah nenek. Buah rambutan panen hanya setahun sekali, seperti durian yang ada di kebun. Sangat langka. Tiga pekan lalu ketika saya harus membeli 3 biji dengan harga Rp 1000,- di rumah nenek ada lebih dari tiga pohon dan itu bebeas makan kapan saja saya mau. Subhanallah, tinggal petik, kupas lalu rasakan air yang manis menetes dari buahnya. Sekali kupas tidak cukup, ayo kupas lagi. Hmmm, manis sekali! :D
Buah Rambutan

Liburan ke rumah nenek dihari pertama sangat mengesankan, hari kedua saya dan jude juga beberapa keponakan main ke sawah dan memetik buah mangga yang sudah menguning, to be continue ...

Twitter | Facebook | Tumblr | About Me!
 
Qefy © 2010 | Designed by Chica Blogger | Back to top