Tampilkan postingan dengan label Adik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adik. Tampilkan semua postingan

Happy Milad Jude

Terbit dari sebuah keinginan untuk memberikan (sedikit) yang terbaik buat adik sematawayang-ku. Adik satu-satunya. Adik perempuan yang tak tergantikan oleh apa pun. Memang, aku belum bisa menjadi kakak ideal sesuai harapannya, tapi setidaknya aku harus terus berusaha agar aku bisa menjadi partner keluarga dalam segala kondisi. Kondisi yang membahagiakan atau sebaliknya. Insyaallah.

Entah ide ini datang dari mana, tiba-tiba aku ingin sekali membuatkan kue untuk Milad adik. Awalnya aku minta seorang sahabat untuk membuatkan kue untuk adikku, tapi sahabatku lebih menyarankkan agar aku yang membuat kue tersebut biar nanti sahabatku yang mengarahkan. Debat kecil. Akhirnya aku menyetujui sarannya dengan catatan, semua bahan kami beli bersama dan saat proses sahabatku juga harus mengarahkan secara terperinci. Step by step. 

Pada prakteknya tidak semua aku yang kerjakan karena ada beberapa yang menyulitkan. Waktu terus berjalan. Aku merasakan kikuhnya bergulat dengan tepung, telor dan margarin. Mengocoknya hingga mengembang dan menuangkan kedalam loyang. Lalu memsukannya ke dalam oven dengan suhu dan waktu yang ditentukan. Sambil menunggu matang untuk beberapa menit, aku coba menyiapkan Loyang yang ke dua dan mengolesnya dengan margarine. Juga membungkus kado dengan ukuran kotak yang agak besar.

Kue Untuk Jude

Belum sampai pada waktu yang di tentukan, terlihat adonan didalam oven semakin mengebang dan meleleh, meleber dari Loyang. Panik. Rupanya adonan yang dituangkan ke dalam loyang terlalu penuh. Langsung kami angkat, kami tuangkan kue yang meleleh itu ke nampan. Sisa-sia dari lelehan adonan pun aku bersihkan. Kemudian kami ulangi dengan adonan yang tidak terlalu penuh seperti percobaan pertama. Alhamdulillah, dengan proses yang cukup alot dan kacau akhirnya loyang ke dua berhasil, begitu juga dengan Loyang ke tiga. #horee

Kue-kuenya agak gosong. Hehehe. Jadi, harus disisik terlebih dahulu agar tidak terlihat gosongnya. Kemudian dilapisi cream putih. Selain cream putih, kami juga siapkan cream warna ungu pastel sebagai penghias. Saat itu kami tidak ada ide, alhasil aku cuma menuliskan nama ‘JUDE’ dan menghias sudut-sudut kuenya dengan tumpahan cream ungu ala kadarnya. Selesai itu, ada satu kue lagi dari sisa adonan yang berbentuk lingkaran. Langsung aku lapisi cream putih, memadukannya dengan cream ungu tua dan menghiasnya secara melingkar serta satu buah lilin yang bertengger diatasnya. 

Alhamdulillah, rehat sejenak...
Pembuatan kue-pun telah selesai. Tapi tahap selanjutnya akan lebih MENEGANGKAN! Kami bersiap untuk meluncur menuju kosan Jude. Satu kotak besar berisi hadiah sudah terbungkus, tapi kue masih ada di atas nampan. Beberapa menit kami bingung mau dibawa seperti apa, namun akhirnya kami sepakat untuk menenteng nampan tersebut. Kami harus ekstra hati-hati ketika melewati polisi tidur. Khawatir kuenya meloncat! #haha 
Di depan kosan Jude. Kami menunggu teman-temannya yang juga akan memberikan kejutan. Jam dua belas sudah lewat beberapa menit. Dingin sudah terasa. Tapi kami tetap bersemangat. Dan Tara!! Jude berhasil kami kejutkan. Senyuman yang membuat matanya semakin berbentuk bulan sabit, itulah yang membuat kami tak merasa ngantuk. Permohonan terpanjatkan. Salah satunya semoga Tugas Akhir Jude berjalan baik dan lancar. Amin.

Happy Milad Jude

Sebagai kenang-kenangan kami juga bawakan kado sederhana. Kado yang selama ini dia inginkan. Helm Bogo warna ungu. Semoga saja dia menyukainya dan kami bahagia melihat Jude tersenyum lepas.

Terimakasih banyak kepada pemilik www.gulunganpita.com yang telah turut serta menyukseskan misi pembuatan kue dan kejutan untuk Jude. Semoga Allah selalu membalasnya dengan kebahagiaan yang tiada terkira. Amin. Juga untuk sahabat-sahabat Jude yang ikut memberikan kejutan, Aya, Astrid, Kiki dan Asep. Terima kasih banyak ya. Semoga silaturahim ini tetap terjaga. Amin.

Blog | Twitter | Facebook | Tumblr | About Me!

Liburan Ke Rumah Nenek #1

Foto and Text by Qefy
Update info menulis dan memotret
Follow me @qefy / http://twitter.com/qefy


...dan tiba-tiba saya gatal untuk posting beberapa pengalaman kemarin selama liburan di rumah Nenek.  Walau sebentar tapi kali ini lebih terasa atmosfir liburannya. Bersyukur perjalanan waktu itu cuaca sangat cerah, seolah sang cuaca tahu kalau hari itu saya dan Jude akan menyisir perjalanan yang agak panjang :D

Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi lagafurur rahim...

1. Menikmati panorama pegunungan dan sawah ladang selama menyisiri beberapa ruas perjalanan. Saya dan Jude rehat sejenak untuk melepas pegal selama berkendara. Seolah disambut dengan suguhan alam yang sangat menakjubkan. Melihat pegunungan, sawah, perkebunan dan para petani yang sedang memanen padi. Glek..glek.., ditemani muniman segar pelepas dahaga :D
Panen Padi

2. Saat itu cuaca semakin panas, matahari semakin menyengat. Kembali saya dan Jude berhenti sejenak di dekat pesawahan Cileuya. Dari pesawahan ini kami harus melewati satu bukit dan satu desa lagi yaitu Cihanjaro untuk sampai ke desa Simpay Jaya dimana tempat Nenak tinggal. Perjalanannya sedikit agak terjal, sayang banget kalau bawa Jazz kesini. Hehe :D
Jalan Cileuya Kuningan

3. Alhamdulillah, setibanya di rumah nenek saya disuguhi durian yang sudah Nenek persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Durian ini dipetik langusng dari kebun Mang Nanang[paman], di kebun Mang Nanang banyak sekali buah-buahan yang ditanam mulai dari durian, rambutan, pete, kelapa, nangka sampai ke buah nanas. Namun panennya selalu bergantian, tidak serempak. Nah, kali ini sedang musim durian dan rambutan. Durian yang saya belah langsung ini berwarna orange, tidak seperti durian lainnya. Kalau rasanya? Gak kalah manis dengan durian biasa. Saya, Jude, Nenek dan beberapa keponakan langsung menyantap durian. Sepuasnya. Nyaaam, lezaat dimakan siang-siang. :D
Buah Durian

4. Rambutan! Kejaran utama saya dan jude selain durian adalah buah rambutan, buah yang banyak rambutnya itu benar-benar menggoda kami untuk segera berlibur ke rumah nenek. Buah rambutan panen hanya setahun sekali, seperti durian yang ada di kebun. Sangat langka. Tiga pekan lalu ketika saya harus membeli 3 biji dengan harga Rp 1000,- di rumah nenek ada lebih dari tiga pohon dan itu bebeas makan kapan saja saya mau. Subhanallah, tinggal petik, kupas lalu rasakan air yang manis menetes dari buahnya. Sekali kupas tidak cukup, ayo kupas lagi. Hmmm, manis sekali! :D
Buah Rambutan

Liburan ke rumah nenek dihari pertama sangat mengesankan, hari kedua saya dan jude juga beberapa keponakan main ke sawah dan memetik buah mangga yang sudah menguning, to be continue ...

Twitter | Facebook | Tumblr | About Me!

Belajar Menulis untuk Ibu

Kenapa saya begitu berat untuk menulis, tak ada ide yang ingin saya tulis, tak ada gagasan yang lebih pas (garuk-garuk kepala). Padahal saya ingin menulis sesuatu untuk memenuhi blog baru saya mengenai Ibu. Tepatnya mengenai Senyum Ibu. Blog ini di buat terinspirasi oleh momentum yang sebentar lagi akan hadir yaitu Hari Ibu. Kemarin-kemarin gagasan tentang ibu begitu melimpah ruah, ide-ide brilian seolah-olah mengalir deras. Saking derasnya sampai saya tak bisa mencatatnya. :D

Sampai detik ini saya belum ada inspirasi. Tentang Senyum Ibu. Oh tidak, saya benar-benar buntu. Saya sulit memulainya. Ya Karim, curahkan ilmu yang bermanfaat untukku. Aku mohon. Andai saja disamping saya ada penulis handal, saya pasti akan bertanya banyak hal seputar dunia menulis. Menulis kesana dan kemari. Menulis dari a sampai z. Membahas tentang bersahabat dengan malaikat atau cerita tentang arwah sapi yang gentayangan :D. .

Saya sekarang berada di ruangan berbentuk kubus, saya masi mengenakan batik kesayangan. Warnanya biru, biru tidak terlalu gelap. Batik ini dirancang sendiri oleh adik saya, saya bangga bisa memakainya. Waktu saya wisuda, adik yang mempersiapkan batik ini. Adik yang mondar-mandir ke tempat jahit. Bahkan saat itu saya belum kerja dan belum mempunyai penghasilan, tapi adik sudah kerja di daerah bogor. Tak ayal, adik benar-benar sibuk luar biasa (sungguh besar perjuangamu dik, hehe). Adik pernah bilang, “aa yang mau wisuda tapi aku yang sibuk, hehehe”.

Berbicara soal jahit-menjahit, ibu saya juga suka menjahit. Menjahit untuk sekedar membuat baju keluarga dan memperbaiki baju atau celana yang robek. Waktu saya kecil dulu, saya sering dibuatkan celana pendek untuk bermain yang di jahit oleh tangan ibu sendiri. Kebetulan waktu itu ibu sangat gemar menjahit. Menurut ceritanya, ibu bisa menjahit itu karena memang dulu sangat sulit mencari pekerjaan, sehingga ibu memutuskan untuk kursus menjahit. Dari bekal menjahtnya itu ibu mengisi masa gadisnya dengan menjahit merajut rizki. Ah, saya tidak tahu saat itu saya berada dimana? :D
 
Qefy © 2010 | Designed by Chica Blogger | Back to top