Tampilkan postingan dengan label Nenek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nenek. Tampilkan semua postingan

Semoga Emak Lekas Sembuh

Saya tidak tahu harus berbuat apa. Seolah tidak bisa berkata-kata lagi untuk menggambarkan kondisi Emak yang kini semakin melemah. Kabar terakhir yang saya dapatkan, Emak semakin kurus, semakin sulit bicara, semakin sulit minum dan tak jarang minum yang Emak teguk itu keluar lagi. Emak, tidak bisa tidur lagi karena setiap saat Emak kesakitan, sakit yang tidak kepalang. 

Selama kurang lebih tiga bulan Emak menahan sakit. Selama itu pulalah Emak harus berbaring diatas tempat tidur. Kakinya yang patah persis dibagian atas lutut membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Berbaring bosan, bergerak sakit. Kadang kala Emak meringis kesakitan. Mengaduh. Menitikan air mata kepasrahan, merasakan sakit dan ngilu yang tiada terperi.

Setiap kali menawarkan operasi kaki, Emak selalu menolak, Emak lebih memilih terapi kaki kepada yang berpengalaman menangani patah tulang. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Emak hanya sedikit merasakan pemulihan. Sepanjang pemulihan itu, secara tidak sadar akibat terlalu lama berbaring punggungnya terkena luka dukobitus. Karena lukanya sudah selebar mangkuk, mau tidak mau Emak harus menjalani operasi. Sampai detik ini bekas operasinya masih belum kering.

Kepada teman-temanku yang baik hati, saya mohon doanya untuk kesembuhan Emak. Semoga Emak kembali sembuh dan tersenyum seperti sedia kala. Semoga Allah mencabut rasa sakit yang sedang mendera Emak. Semoga Emak tegar menjalani ketentuan Allah. Semoga Allah yang Maha Pemurah membalas dengan kebahagiaan dari setiap air mata, kelelahan dan kepedihan Emak selama sakit. Semoga Allah ridha...ridha...dan ridha dengan apa yang sedang Emak rasakan saat ini. Amin Ya Allah.ya rabbal 'alamin.... 

Blog | Twitter | Facebook | Tumblr | About Me!

Liburan Ke Rumah Nenek #1

Foto and Text by Qefy
Update info menulis dan memotret
Follow me @qefy / http://twitter.com/qefy


...dan tiba-tiba saya gatal untuk posting beberapa pengalaman kemarin selama liburan di rumah Nenek.  Walau sebentar tapi kali ini lebih terasa atmosfir liburannya. Bersyukur perjalanan waktu itu cuaca sangat cerah, seolah sang cuaca tahu kalau hari itu saya dan Jude akan menyisir perjalanan yang agak panjang :D

Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi lagafurur rahim...

1. Menikmati panorama pegunungan dan sawah ladang selama menyisiri beberapa ruas perjalanan. Saya dan Jude rehat sejenak untuk melepas pegal selama berkendara. Seolah disambut dengan suguhan alam yang sangat menakjubkan. Melihat pegunungan, sawah, perkebunan dan para petani yang sedang memanen padi. Glek..glek.., ditemani muniman segar pelepas dahaga :D
Panen Padi

2. Saat itu cuaca semakin panas, matahari semakin menyengat. Kembali saya dan Jude berhenti sejenak di dekat pesawahan Cileuya. Dari pesawahan ini kami harus melewati satu bukit dan satu desa lagi yaitu Cihanjaro untuk sampai ke desa Simpay Jaya dimana tempat Nenak tinggal. Perjalanannya sedikit agak terjal, sayang banget kalau bawa Jazz kesini. Hehe :D
Jalan Cileuya Kuningan

3. Alhamdulillah, setibanya di rumah nenek saya disuguhi durian yang sudah Nenek persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Durian ini dipetik langusng dari kebun Mang Nanang[paman], di kebun Mang Nanang banyak sekali buah-buahan yang ditanam mulai dari durian, rambutan, pete, kelapa, nangka sampai ke buah nanas. Namun panennya selalu bergantian, tidak serempak. Nah, kali ini sedang musim durian dan rambutan. Durian yang saya belah langsung ini berwarna orange, tidak seperti durian lainnya. Kalau rasanya? Gak kalah manis dengan durian biasa. Saya, Jude, Nenek dan beberapa keponakan langsung menyantap durian. Sepuasnya. Nyaaam, lezaat dimakan siang-siang. :D
Buah Durian

4. Rambutan! Kejaran utama saya dan jude selain durian adalah buah rambutan, buah yang banyak rambutnya itu benar-benar menggoda kami untuk segera berlibur ke rumah nenek. Buah rambutan panen hanya setahun sekali, seperti durian yang ada di kebun. Sangat langka. Tiga pekan lalu ketika saya harus membeli 3 biji dengan harga Rp 1000,- di rumah nenek ada lebih dari tiga pohon dan itu bebeas makan kapan saja saya mau. Subhanallah, tinggal petik, kupas lalu rasakan air yang manis menetes dari buahnya. Sekali kupas tidak cukup, ayo kupas lagi. Hmmm, manis sekali! :D
Buah Rambutan

Liburan ke rumah nenek dihari pertama sangat mengesankan, hari kedua saya dan jude juga beberapa keponakan main ke sawah dan memetik buah mangga yang sudah menguning, to be continue ...

Twitter | Facebook | Tumblr | About Me!
 
Qefy © 2010 | Designed by Chica Blogger | Back to top