Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan

Liburan Ke Rumah Nenek #1

Foto and Text by Qefy
Update info menulis dan memotret
Follow me @qefy / http://twitter.com/qefy


...dan tiba-tiba saya gatal untuk posting beberapa pengalaman kemarin selama liburan di rumah Nenek.  Walau sebentar tapi kali ini lebih terasa atmosfir liburannya. Bersyukur perjalanan waktu itu cuaca sangat cerah, seolah sang cuaca tahu kalau hari itu saya dan Jude akan menyisir perjalanan yang agak panjang :D

Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi lagafurur rahim...

1. Menikmati panorama pegunungan dan sawah ladang selama menyisiri beberapa ruas perjalanan. Saya dan Jude rehat sejenak untuk melepas pegal selama berkendara. Seolah disambut dengan suguhan alam yang sangat menakjubkan. Melihat pegunungan, sawah, perkebunan dan para petani yang sedang memanen padi. Glek..glek.., ditemani muniman segar pelepas dahaga :D
Panen Padi

2. Saat itu cuaca semakin panas, matahari semakin menyengat. Kembali saya dan Jude berhenti sejenak di dekat pesawahan Cileuya. Dari pesawahan ini kami harus melewati satu bukit dan satu desa lagi yaitu Cihanjaro untuk sampai ke desa Simpay Jaya dimana tempat Nenak tinggal. Perjalanannya sedikit agak terjal, sayang banget kalau bawa Jazz kesini. Hehe :D
Jalan Cileuya Kuningan

3. Alhamdulillah, setibanya di rumah nenek saya disuguhi durian yang sudah Nenek persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Durian ini dipetik langusng dari kebun Mang Nanang[paman], di kebun Mang Nanang banyak sekali buah-buahan yang ditanam mulai dari durian, rambutan, pete, kelapa, nangka sampai ke buah nanas. Namun panennya selalu bergantian, tidak serempak. Nah, kali ini sedang musim durian dan rambutan. Durian yang saya belah langsung ini berwarna orange, tidak seperti durian lainnya. Kalau rasanya? Gak kalah manis dengan durian biasa. Saya, Jude, Nenek dan beberapa keponakan langsung menyantap durian. Sepuasnya. Nyaaam, lezaat dimakan siang-siang. :D
Buah Durian

4. Rambutan! Kejaran utama saya dan jude selain durian adalah buah rambutan, buah yang banyak rambutnya itu benar-benar menggoda kami untuk segera berlibur ke rumah nenek. Buah rambutan panen hanya setahun sekali, seperti durian yang ada di kebun. Sangat langka. Tiga pekan lalu ketika saya harus membeli 3 biji dengan harga Rp 1000,- di rumah nenek ada lebih dari tiga pohon dan itu bebeas makan kapan saja saya mau. Subhanallah, tinggal petik, kupas lalu rasakan air yang manis menetes dari buahnya. Sekali kupas tidak cukup, ayo kupas lagi. Hmmm, manis sekali! :D
Buah Rambutan

Liburan ke rumah nenek dihari pertama sangat mengesankan, hari kedua saya dan jude juga beberapa keponakan main ke sawah dan memetik buah mangga yang sudah menguning, to be continue ...

Twitter | Facebook | Tumblr | About Me!

Kembali Ke Desa

Alhamdulillah, akhirnya saya dan Jude jadi liburan ke kampung halaman. Kami sangat merindukan Emak(nenek). Ini adalah liburan kami yang pertama menempuh perjalanan panjang bersama si Violet. Perjalanan dari Bandung dimulai sekitar jam 03.35, sengaja pagi-pagi karena ingin menghabiskan liburan di Desa agar lebih lama :D

Selama perjalanan, saya menikmatinya. Terlebih ketika ada pemandangan menarik. Dengan perbekalan kamera saku, sesekali saya berhenti dan mengabadikannya. Meskipun Jude sedikit mengeluh "Tuuh kan, aku ga suka kalau berhenti terus, berhenti terus kapan sampanya?". Dan saya hanya tertawa renyah, haha..

Singkat cerita, kami telah melewati perjalanan Bandung-Sumedang-Majalengka-Mandirancan-Kungingan. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah Yang Maha Ulung. Saya sangat bersyukur bisa sampai dengan lancar dan selamat. Hahaha, dibelakangku Jude malah menyanyi. Nyanyi bahagia sampai dengan selamat. Eh, tapi ini baru sampai Kuningan. Simpay Jaya masih lama :P

Gunung Ciremai Kuningan
Wilujeng Sumping di Kuningan. Ini adalah Gunung kebanggan Kuningan. Dari sini ke Desa saya masih memerlukan waktu satu jam. Tapi jagan khawatir tidak akan menyesal, soalnya di sepanjang jalan ada pemandangan yang sangat eksotis. Beuuh...

Jude dan Pemandangan Ciremai
Penampilan Jude sudah disiapkan matang-matang selama perjalanan. Jude sangat senang bisa sampai di Kuningan. Untuknya saya abadikan perjalanan ini. Senyum Juuuuuuud :). Tidak jauh dari pemandangan ini kita akan menemukan Bokor Kuningan. Bokor ini salah satu Icon Kuningan. Bokor ini sangat melegenda, dan menjadi cikal bakal lahirnya kota Kuningan. Sejarahnya nanti saja ya di bahasnya. Hehe.., mari lanjutkan perjalanan kita ke arah kiri menuju Luragung...

Tandur
Pesawahan Luragung. Memang sedang musim menanam padi disana. Saya dan Jude SMP di daerah Luragung. Dari Luragung saya lanjutkan perjalanan menuju Cleuya(Leuwi Kuda). Aaaah tak sabar ke Desaaaa. Semangat!

Pesawahan Leuwi Kuda
Jalan Leuwi Kuda. Ada beberapa bukit yang akan kita lewati. Di balik bukit itu ada Jalan Duwet namanya. Biasanya banyak warga desa yang sedang bertani. Mari tengok..

Aktivitas Membawa Kayu Bakar
Ibu-ibu ini dari kebun, mereka hanya bertiga. Sebagian warga disana masih menggunakan bahan bakar dari kayu bakar. Semoga mereka selalu sehat dan bahagia, juga kita kawan. Amin

Selamat Datang Di Desa Simpay Jaya
Jalan utama Desa Simpay Jaya. Disebelah kanan anak-anak itu adalah pemakaman umum. Sedangkan di sebelah kirinya adalah pesawahan dan bangunan Sekolah Dasar saya dan Jude 10 tahun silam. Wooow, semangat bentar lagi sampai Rumah Nenek :D

Mesjid Desa Simpay Jaya
Mesjid Baiturrahim. Mesjid satu-satunya di Desa Simpay Jaya. O, saya masih ingat waktu saya kelas dua SD saya sering diajak Shalat Subuh berjemaah sama Emak. Saat itu belum ada listrik masih menggunakan obor. Emaaaaaak aku pulaaang...

Nenek 2
Subhanallah, segala puji hanya milik Allah Yang Maha Mempertemukan. Emak yang mengajariku agama, Emak yang mengasuhku dari sejak umur 1 tahun. O, semoga Emak selalu ada dalam kebahagiaan, sehat dan sentosa. Amin :)

Bukit Rimpak Di Pagi Hari
Keesokan harinya saya Photowalk ke Pesawahan. O, kini saya bisa menikmati nuansa pagi di pesawahan. Pesawahan ini yang biasa dijadikan mata pencaharian warga desa, termasuk mendiang Kakek. Namanya Sawah Wetan, karena letaknya di sebelah timur Desa. Dan lihatlah, bukit itu bernama Bukit Rimpak. Saya pernah mengambil kayu bakar disana bersama mendiang Kakek. Sangat menyenangkan.. :)

Papatong Kampung
Papatong, atau biasa disebut Capung. Saya dan hewan ini memiliki kisah menarik sekaligus tragis. Waktu saya kecil dan sering main kesawah, saya sering menangkap Capung. Saya kumpulkan agak banyak, lepas itu saya adukan satu persatu. Sampai capung-capung itu mati, dan hati saya puas! Benar-benar jahat saya. :))

Fresh Flower
Saujana berbisik, "Andainya dapatku menulis nota-nota cinta buat diri-Nya. Ingin ku titipkan bersama semua kuntuman bunga yang indah berseri. Ku sembur haruman mewangi bersama kata-kata puji. Sedang Dia tahu kasih dan cintanya aku menjalin ikatan menuju ke Syurga". O, semoga Tuhan menyempurnakan baktiku, amin. Sekarang saya tidak kecewa kalau hujan turun karena dengan begitu saya bisa berekspresi, memotret alam sekitar :D

Nasi Goreng Emak
Ini Nasi Goreng buatan Emak, sangat berbeda kalau Emak yang memasak. Yah, semua cucu-cucu Emak pasti memuji masakannya. "Waaaw enak Mak nasi gorengnya" :)

Inilah perjalanan saya dengan Jude ke kampung halaman. Desa Simpay Jaya. Desa kelahiranku, desa kelahiran Jude. Desa yang menyimpan kilas balik kehidupan saya dengan segudang kenangan. Desa ini telah menyihirku untuk menyapanya dan menikmati jamuannya. Mengirup udara perkampungan. Berjumpa deagan Emak. Liburan kali ini sangat-sangat-sangat mengesankan!

Salam hangat dari kami,
Qefy dan Jude
 
Qefy © 2010 | Designed by Chica Blogger | Back to top